Sabtu, 06 April 2013

"Struktur Organisasi"

      Struktur organisasi adalah kerangka dan susunan yang merupakan pola hubungan antarfungsi, bagian atau posisi, maupun orang-orang dalam oraganisasi/perusahaan. Struktur ini akan menunjukkan kedudukan dari suatu organisasi.
            Dalam menyusun struktur organisasi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu:
a.       Ukuran organisasi
b.      Jumlah anggota/karyawan dan orang-orang yang terlibat dalam suatu organisasi
c.       Teknologi yang digunakan
d.      Strategi untuk mencapai tujuan
           Sedangkan unsur-unsur organisasi, antara lain:
a.       Koordinasi kegiatan
b.      Standarisasi kegiatan
c.       Spealisasi kegiatan
d.      Sentralisasi dan desentralisasi dalam pengambilan  keputusan
e.       Ukuran satuan kerja

          Semakin banyak kegiatan yang dilakukan suatu organisasi, makin rumit pula hubungan yang ada. Oleh karena itu, perlu dibuat bagan yang menggambarkan hubungan tersebut, termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi. Pembuatan bagan ini didasarkan pada pembagian kekuasaan (authory) dan tanggung jawab ( responbility).

Pada dasarnya sturktur organisasi menggambarkan lima aspek utama yaitu:
a.       Hubungan antar manajer dan bawahan atau rantai perintah, yaitu wewenang dan tanggung jawab untuk kegiatan organisasi tertentu, serta tingkat spesialisasi yang digunakan
b.      Pembagian kerja
c.       Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
d.      Pengelompokkan pekerjaan
e.       Tingkatan manajemen
Henry G. Hodges membagi bentuk bagan organisasi menjadi:
a.       Bentuk piramid. Banyak digunakan karena mudah dipahami
b.      Bentuk vertical. Hampir mirip dengan piramid, dimana pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, namun bentuk bagannya tegak sepenuhnya
c.       Bentuk horizontal. Bentuk ini menggambarkan aliran wewenang dan tanggung jawab dari kiri ke kanan secara mendatar
d.      Bentuk lingkaran. Bentuk ini menekankan antara suatu jabatan dengan yang lain. Bentuk ini jarang digunakan

Boone dan Kurtz dalam buku Contemporary Business 2009 Edition membagi struktur organisasi menjadi empat macam yaitu:
a.      Organisasi lini atau garis (line organization)
Pada bentuk struktur ini, masing-masing bawahan mendapat instruksi dari satu orang atasan. Masing-masing orang berkuasa penuh terhadap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Kekuasaan dan tanggung  jawab teknis pimpinan tertinggi menjadi berkurang karena diligalisasi pada pimpinan di bawahnya.
1)      Ciri-ciri:
       a)      Jumlah karyawan sedikit
       b)      Selain pimpinan teritingi, manajer di bawahnya hanya sebagai pelaksana
       c)      Sarana dan alatnya terbatas
       d)     Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung
       e)      Pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah pimpinan tertinggi
2)      Kelebihan:
      a)      Antara atasan dan bawahan dihubungkan oleh satu garis komando
      b)      Memilik sikap solidaritas dan spontanitas yang tinggi
      c)      Proses pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat
      d)      Memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi
      e)       Antaranggota  memiliki rasa saling pengertian yang tinggi
3)      Kekurangan
      a)      Gaya kepemimpinannya bisa mengarah ke otokratis
      b)      Kreativitas karyawan kurang berkembang
      c)     Terkadang tidak bisa dibedakan antara tujuan pribadi pimpinan tertinggi organisasi
      d)     Karyawan bergantung pada satu orang dalam organisasi

b.      Organisasi garis dan staf
Organisasi garis dan staf adalah bentuk organisasi dengan pelimpahan wewenang secara vertical dan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi ke kepala bagian di bawahnya. Diantara pimpinan tertinggi dan kepala bagian ditempatkan satu atau lebih staf yang berperan sebagai penasihat, misalnnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personalia, dan sebagainya.
1)      Ciri-ciri:
      a)      Antara atasan dan bawahan tidak selalu terjadi hubungan secara langsung
      b)      Jumlah karyawan banyak
      c)      Bentuk organisasi besar
      d)     Terdiri dua kelompok kerja, sehingga perlu spesiaslisasi personel lini dan personel staf
2)      Kelebihan:
      a)      Adanya pembagian tugas kerja sama, dan koordinasi yang jelas
      b)      Kreativitas anggota organisasi dapat berkembang baik
      c)      Pemilihan staf dilakukaan dengan prinsip the right man in the right place
      d)     Bentuk oraganisasi ini fleksibel untuk diterapkan
3)      Kekurangan:
      a)      Solidaritas berkurang karena karyawan menjadi tidak saling mengenal
      b)      Perintah menjadi kabur dengan adanya nasehat dari staf
      c)      Kesatuan komando berkurang
      d)     Koordinasi yang kurang baik di tingkat staf bisa menghambat pelaksanaan tugas
c.       Organisasi matriks
Pengguanaan struktur organisasi ini menunjukkan bahwa para spesialisasi di masing-masing bagian dikumpulkan menjadi satu untuk mengerjakan sutau proyek.
1)      Ciri-ciri:
       a)      Disusun berdasarkan struktur organisasi saf dan lini, terutama di bidang penelitian dan    pengembangan
       b)      Karyawan bekerja berdasarkan dua mata rantai komando, yaitu komando vertical (fungsional atau divisional), dan komando horizontal yang merupakan penggabungan. Karyawan-keryawan dari berbagai departemen divisional atau fungsional ke dalam sebuah proyek sebagai ketua timnya. Ketika proyek selesai, karyawan akan kembali pada tugas dan  fungsinya masing-masing.
       c)      Anggota yang memiliki dua wewenang harus melapor pada dua atasan
2)      Kelebihan:
Fleksibelitas dan kemampuan dalam memperhatikan masalah khusus maupun persoalan  teknis serta pelaksanaan kegiatan organisasi matriks tidak menggangu struktur organisasi yang ada
3)      Kekurangan:
Jika manajer proyek tidak bisa mengkordinir bagian-bagian yang berbeda tersebut, akan terjadi kesulitan dalam memadukan tim karena adanya penyimpangan pelaksanaan kesatuan perintah di mana satu pimpinan untuk masing-masing individu.
d.      Organisasi komite
Dalam bentuk organisasi lini, tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang kemudian disebut komite atau dewan.
1)      Organisasi komite terdiri dari:
      a)      Excecutive committee (pimpinan komite), yaitu anggota yang memiliki wewenang lini
      b)      Staff commitee, yaitu anggota dengan wewenang staf
2)      Kelebihan:
      a)      Proses pembuatan keputusan melalui musyawarah pemegang saham maupun dewan
      b)      Kecil kemungkinan terjadi kepemimpinan otokratis
      c)      Pengembangan karir terjamin
3)      Kekurangan:
      a)      Proses pengambilan keputusan berlangsung lamban
      b)      Biaya operasional rutin tinggi
      c)      Seringkali terjadi penghindaran tanggung jawab ketika terjadi masalah

Struktur organisasi tersebut diatas tidak bersifat mutlak. Sebagian besar organisasi modern dewasa ini cenderung menggabungkan beberapa elemen dari beberapa sturktur organisasi di atas.

"REPORTED SPEECH"

Direct and Indirect speech
(kalimat langsung dan tak langsung)
1. Direct Speech
Direct speech (kalimat langsung) ialah kata-kata (kalimat) yang diucapkan langsung dari pembicaraan. Kalimat-kalimat langsung (direct speech) dapat diceritakaan kembali dengan cara lain tanpa mengubah arti dan tidak lagi mengulangi pembicaraan , tetapi menceritakaan apa yang dikatakan oleh pembicara. Kalimat yang demikian itu disebut indirect speech (kalimat tak langsung).
Contoh :
1. Novi said, ” I am ill. “ (direct speech)
Novi said that she was ill (indirect speech)
Artinya: Novi berkata bahwa ia sakit
Perhatikan bahwa tanda kutip tidak dipakai dalam kalimat tak langsung. Sepanjang istilah ilmu bahasa , apa yang dikatakan seseorang dapat berupa :
1. Pernyataan (statement)
2. Perintah / permintaan (impertaif/request)
3. Pertanyaan (question)
A. Indirect speech statement (pertanyaan)
Perhatikan ketentuan – ketentuan perubahan berikut ini :
a. Pernyataan langsung (direct speech) yang diubah menjadi pernyataan tak langsung (indirect speech) tidak akan mengalami perubahan tense jika induk kalimatnya memakai bentuk :
Present tense
Present prefect tense
Future tense
Present tense
Contoh :
(Direct Speech) Novi says, ‘‘I am student.’’
(Indirect Speech) Novi says that she is a student
Present prefect tense
Contoh :
(Direct Speech) Novi has said.’’I have taken a bath.’’
(Indirect Speech) Novi has said she has taken a bath
Future tense
Contoh :
(Direct Speech) she will tell me,’’I am ready to come with you.’’
(Indirect Speech) she will tell me that she is ready to come with me.
b. Jika induk kalimat tak langsung (direct speech) dalam bentuk past tense, maka kalimat tak langsung (indirect speech) mengalami perubahan tense sebagai berikut:
KALIMAT LANGSUNG KALIMAT TAK LANGSUNG
Present tense Past tense
Present continues tense                         Past continous tense
Present future tense                              Past future tense
Present prefect tense                            Past prefect tense
Present prefect continous tense             Past perfect continous tense
Past tense                                            Past prefect tense
Past continous tense                             Past prefect continous tense
Pas future tense                                    Past future perfect
Future continous tense                          Conditional continous
Demikian juga dengan keterangan waktu dan tempat akan berubah sebagai berikut :
Now = than
Yesterday = the day before
Last night = the night before
Last week = the week before
Last Sunday = the Sunday before
Two days ago = two days before
Five years ago = five years before
Today = that day
Here = there
This = that
These = those
Can = could
Will = would
Shall = should
May = might
c. Indirect imperative/request (perintah/permintaan)
Beberapa ketentuan untuk mengungkapkan suatu perintah / permohonan dalam kalimat tak langsung .
1. Menggunakan verb (kata kerja) bentuk I (to infinitive)
2. Tambahkan kata please yang dipakai untuk mengatakan perintah/permintaan yang lebih sopan
3. Menggunakan not + to infinitive untuk perintah (command) / larangan
4. Kata ganti berubah dalam diri orang pertama dan orang kedua menjadi orang ketiga
Contoh : I menjadi he or she
5. Sebuah kalimat perintah yang tidak langsung dalam penyampaian akan dihantarkan oleh kata seperti : told, ordered atau commanded : sedangkan yang bersifat permintaan akan dihantarkan oleh kata : asked.
Misalnya :
• Command (perintah), misalnya ordered, commanded, dll yang berarti menyuruh, memerintahkan.
• Precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.
• Request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.
• Entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).
• Prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.
d. Indirect speech questions (pertanyaan)
Di awali dengan kata tanya : who,what,when,where,etc
1. Kata tanya tetap dipakai dalam pertanyaan tak langsung
2. Susunan pertanyaan tak langsung menggunakan susunan kalimat pertanyaan (statement), bukan dalam kalimat tanya.
3. Perubahan tense mengikuti ketentuan seperti biasa , lihat pada indirect speech statement.
Contoh :
Novi said to annis ,’’ what are you doing ?’’ (Direct Speech)
Novi asked annis what she was doing (Indirect Speech)
Pertanyaan tanpa menggunakan kata tanya:
1. Menggunakan if atau wheter dalam pertanyaan tidak langsung.
2. Susunan pertanyaan menggunakan susunan kalimat pertanyaan (statement).
Contoh : He said to me, “Are you going away today?”
He asked me, “can you come along?”
Indirect:
He asked me whether I was going away that day.
He asked me if I could come along.

" A Thousand Years"

heartbeats fast
colors and promises
how to be brave
how can i love when i’m afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

time stands still
beauty in all she is
i will be brave
i will not let anything take away
what’s standing in front of me
every breath
every hour has come to this
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more

one step closer
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more

"Sifat Tercela RIA"

Perbuatan Ria
 Ria tergolong sifat tercela karena melakukan amal perbuatannya tidak untuk mencari ridha Allah SWT.

1.      Ria menurut bahasa adalah “memperlihatkan” atau terkenal dengan bahasa sehari-hari “memamerkan”.
2.      Ria menurut istilah adalah sikap atau tindakan seseorang karena orang lain, hanya ingin pujian dan dilihat orang lain.
3.      Dari segi syara, imam Hafiz ibnu Hajar dalam kitabnya “Fathul Bari” menyatakan bahwa ria adalah ibadah yang dilakukan dengan tujuan/maksud agar dapat dilihat orang lain sehingga orang-orang yang melihatnya akan memuja pelakunya.
Riya’ artinya memperlihatkan (menampakkan) diri kepada orang lain, supaya diketahui kehebatan perbuatannya, baik melalui pembicaraan, tulisan ataupun sikap perbuatan dengan tujuan mendapat perhatian, penghargaan dan pujian manusia, bukan ikhlas karena Allah Riya’ itu bisa terjadi dalam  niat, yaitu ketika akan melakukan pekerjaan. Bisa juga terjadi ketika melakukan pekerjaan atau setelah selesai melakukan suatu pekerjaan.
Amal Perbuatan Ria
1.      Niat bukan karena Allah
2.      Tidak ikhlas
3.      Mengada-ada
4.      Pilih kasih
5.      Ingin dipuji
6.      Mengharap imbalan 
 Jenis-Jenis Ria
1.    Ria dalam niat
a.     Ria dalam niat berkaitan dengan hati. Yang mengetahui hanya Allah SWT dan dirinya saja.
Seperti sabda Nabi : Innamal a’maalu binniyaat
Artinya : Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niat… (H.R. Muslim)
2.    Ria dalam Perbuatan
a.     Ria perbuatan berkaitan dengan tingkah laku/perbuatan. Ria dalam perbuatan ini misalnya ketika mengerjakan shalat dan bersedekah. Orang ria dalam mengerjakan shalat biasanya dia memperlihatkan kesungguhan, kerajinan, kekusyu’annya jika ia berada di tengah-tengah orang/jama’ah sehingga orang lain melihat ia berdiri, ruku, dan sebagainya.  Dia shalat dengan tekun itu mengharapkan perhatian, sanjungan& pujian dari orang lain agar ia dianggap sebagai orang yang taat dan tekun beribadah. Orang yg riya dalam shalatnya ini dia akan celaka di akhirat nanti.
Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an “ Maka celakalah bagi orang-orang yang Shalat, (yaitu) orang – orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat Ria dan enggan (Menolong dengan) barang berguna”. (Al Ma’un 4-7)

Contoh Sikap Perilaku Ria
1.      Seseorang yang telah bersedekah kepada yayasan,dan meminta ketua yayasan supaya orang yang bersedekah tadi disebutkan/di umumkan kepada orang lain, bahwa dirinya telah bersedekah
2.      Seseorang yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dan memamerkannya/menonjolkannya kepada semua orang.
3.      Orang yang telah menunaikan ibadah haji di tahun kemarin dan akan menunaikan ibadah haji lagi di tahun ini.Dengan maksud agar mendapat gelar haji da di puji oleh orang lain.
Ciri Orang Yang Mempunyai Sifat Ria Dalam Perbuatan
1.      Tidak akan berbuat baik jika tidak dilihat orang lain atau tidak ada imbalan baginya.
2.      Melakukan amal shaleh tanpa dasar, hanya ikut-ikutan
3.      Tampak rajin penuh semangat jika mal perbuatannya dilihat atau dipuji-puji orang.
4.      Ucapannya selalu menunjukan bahwa dia yang paling hebat, paling tinggi dan paling mampu.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu untuk sedikit-demi sedikit menghapus riya', 'ujub, sum'ah dan semacamnya:
1.      Anda harus sadar dan tahu bahwa yang anda perbuat itu benar dan baik. Untuk itu, biasakan berfikir dan berupaya keras memutuskan dengan tepat setiap langkah Anda: apa (yang Anda lakukan), bagaimana (Anda melakukan), dan kenapa (Anda lakukan). Jangan berfikir sempit dan pendek, tapi usahakan selalu menggali dampak-dampak dan akibat-akibat perbuatan Anda jauh ke depan: manfaat dan madlarratnya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bersikap tegas dan berani.
Jika sudah mampu demikian, maka anda akan penuh percaya diri dan mantap dalam setiap langkah. Jangan takut untuk berbeda, selama Anda yakin apa yang Anda perbuat itu benar. Namun, jangan lantas merasa benar sendiri, sehingga membenci orang lain yang Anda anggap salah. Dengan kata lain, ikhlas identik dengan kemantapan, percaya diri, ketenangan dan kekokohan jiwa, juga kecerdasan, sedangkan riya' (sum'ah, 'ujub) identik dengan keragu-raguan, keresahan, jiwa yang labil, dan juga kebodohan.
2.      Upayakanlah dalam setiap waktu untuk mengingat Allah; sesering mungkin 'berbisik-bisik' dengan Allah (mengeluh dan mengadu hanya kepada Allah). Luangkan waktu, di pagi dan sore tiap hari, sekitar seperempat sampai setengah jam untuk dzikir dan instropeksi diri: apa yang telah dan mau dilakukan.
3.      Sadarlah bahwa Allah senantiasa mengetahui gerak-gerik Anda. Bersamaan dengan itu, cukupkanlah kepuasan Anda dengan pengetahuan Allah akan segala tindakan Anda. Anda akan puas hanya dengan diketahui Allah jika Anda merasa takut dan berharap hanya kepadaNYA. Ketahuilah hanya Allah yang akan mengganjar semua amal perbuatan kita semua.
4.      Lakukan doa-doa dengan khusyuk. Senantiasa memohon agar dikaruniai hati yang tulus dan ikhlas (Allahummarzuqnaa al-ikhlaas wa al-istiqaamah wa hubba Allah wa hubba man ahabbah = Ya Allah, karuniailah kami keikhlasan, istiqaamah, mencintai Allah, dan orang-orang yang mencintaiNYA).
5.      Kita senantiasa melihat orang lain lebih baik di sisi Allah dari diri kita sendiri.